Archive for Manajemen Diri

Mar
30

Sukses Adalah Sebuah Perjalanan

Posted by: | Comments (0)

Pdt. Robert R. Siahaan. M.Div.

Kehidupan manusia sering-kali diibaratkan sebagai sebuah perjalan, sehingga muncullah kata “mengarungi jalan kehidupan.” Setiap perjalanan memiliki tujuan yang akan dicapai dan membutuhkan alat-alat tertentu untuk membawa setiap orang pada tujuannya. Selain tujuan dan alat-alat tertentu seperti pengetahuan dan ketrampilan-ketrampilan tertentu, dalam perjalanan pun memerlukan kebutuhan-kebutuhan seperti makanan, pakaian, tempat beristirahat, dsb. Namun hanya mencapai sasaran atau tujuan saja tidaklah menjamin bahwa seseorang berhasil dan sukses dalam perjalanannya. Karena kesuksesan itu sendiri bukan sekedar deretan pencapaian tujuan, sebab kesuksesan itu sendiri adalah sebuah perjalanan.

Bagaimana agar seseorang dapat mencapai kesuksesan dalam hidupnya dan apa yang dimaksud dengan kesuksesan itu? Novelis H.G. Wells mengatakan bahwa kekayaan, ketenaran, posisi dan kekuasaan bukanlah ukuran kesuksesan sama sekali. Sedangkan definisi sukses menurut John C. Maxwell adalah “mengetahui maksud Anda dalam kehidupan, bertumbuh untuk mencapai potensi maksimal Anda dan menaburkan benih yang memberikan manfaat bagi sesama.” Sehingga ukuran sukses sejati adalah rasio antara apa yang mungkin kita capai dengan apa yang telah kita capai melalui potensi yang kita miliki. Sebagian orang mungkin dapat menerima definisi sukses di atas dalam hidupnya, selai itu setiap orang juga memiliki kebebasan dalam menetapkan tujuan-tujuan dalam hidupnya. Namun sesungguhnya Allah sendiri telah menetapkan tujuan hidup manusia sejak kekekalan dan semua itu secara jelas telah dicatat dalam Alkitab. Bagaimana orang Kristen dapat menemukan tujuan hidupnya dan dimana ia dapat menemukan tujuan hidupnya di planet bumi yang sangat kompleks ini? Alkitab adalah jawabannya, dan setiap orang yang ingin mengetahui apa tujuan hidupnya di bumi ini harus bertanya kepada sang Pencipta, untuk apa manusia diciptakan di bumi ini? Tidak ada seorang pun yang paling mengetahui tujuan hidup manusia selain Allah sendiri yang telah menciptakan manusia.

Bertanya dan melihat desain besar sang Pencipta adalah langkah terbaik untuk memiliki peta perjalanan hidup Kristen yang sukses di dunia ini. Alkitab menuliskan “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.” (Kol. 1:16). Ada satu desain besar yang Allah tetapkan bagi semua manusia di muka bumi ini, yaitu agar semua manusia memuliakan Allah melalui semua potensi hidup yang dimilikinya (1 Kor 10:31). Namun Allah juga memiliki tujuan-tujuan khusus dalam tiap-tiap individu, semua orang memiliki panggilan dan misi tersendiri dalam hidupnya. Semua orang harus melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.

Sebagian orang mungkin tidak pernah menemukan maksud dan tujuan hidupnya di dunia ini, sebagian orang mungkin terlambat menemukan tujuan hidupnya di dalam Allah. Ada juga orang Kristen yang sejak mudanya telah mempelajari Alkitan dengan sungguh-sungguh dan kesadaran yang kuat mengenai tujuan hidup serta tanggungjawab di dunia ini. Di sisi lain, Allah juga tidak menciptakan manusia dengan talenta dan tujuan yang sama persis dan dengan masa depan yang pasti sama. Oleh karena itu masing-masing orang harus berusaha menemukan potensinya dan mengembangkannya secara maksimal dan menggunakannya bagi kemuliaan Allah.

Setiap orang juga perlu menyadari bahwa perjalanan hidup di dunia ini adalah perjalanan yang sangat singkat dan sementara saja (Ayub 14:1, Yak 4:14). Pemazmur menuliskan: “ Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.” (Maz 105:15-16). Sekali pun demikian bukan berarti hidup harus disia-siakan, tetapi dipergunakan dengan bijaksana (Maz 39:5; 90:12).

Kesementaraan dan Kekekalan

Untuk memiliki hidup yang bermakna setiap orang harus mampu melihat hidupnya dalam kesementaraan dan dalam kekekalan. Hidup di dunia ini hanya sementara saja, dan tidak untuk selamanya manusia berada di dunia, sehingga fokus hidup manusia seharusnya bukan pada hal-hal sementara saja, namun juga berkaitan dengan hal-hal kekekalan. Oleh karena itu setiap orang Kristen dalam hidupnya tidak boleh hanya fokus kepada hal-hal yang bersifat duniawi atau menghabiskan waktu dan tenaganya untuk memiliki dan menikmati hal-hal dunia ini saja. Sejak semula Allah telah menciptakan manusia dengan sifat kekekalan di dalam dirinya, daging manusia akan lenyap dan akan diubah kelak ke dalam bentuk yang tidak dapat binasa.  Dunia bukan tujuan utama manusia, dunia bukan akhir perjalanan hidup manusia, kekekalan adalah tujuan akhirnya. Bukan berarti manusia dapat menggugurkan nilai-nilai hidup dalam kesementaraan di dunia ini. Manusia tidak akan pernah puas dengan hal-hal yang bersifat sementara, sebab semua yang bersifat sementara, karena manusia pada dasarnya bukan untuk kesementaraan tetapi untuk kekekalan. Perjalanan hidup manusia di bumi ini bukanlah perjalanan yang lengkap, masih ada kelanjutan yang dipersiapkan Allah menuju perjalanan kekekalan.

Allah telah memberikan penebusan dan pengampunan kepada setiap orang yang dipanggil dan diselamatkan di dalam dunia yang sementara ini. Allah juga telah menetapkan agar setiap orang percaya di dunia ini berfugsi sebagai alat kemuliaan-Nya. Ada tugas-tugas tertentu yang diberikan Allah kepada setiap orang percaya, masing-masing orang harus mempersembahkan yang terbaik dalam hidupnya. Dengan kesadaran penuh bahwa hidup ini hanya sementara dan dalam kesementaraan itu ada penugasan yang Allah berikan, dan mahkota yang dikejar bukanlah mahkota kefanaan tetapi mahkota kekekalan (2 Tim 4:8; 1Pet 5:4).

Sama seperti rute perjalanan pada umumnya, maka perjalanan kehidupan pun terdiri dari rute-rute yang berbelok-belok, jalan yang bergelombang, cuaca yang berubah-ubah dan kondisi perjalanan yang tidak dapat diprediksi. Banyak tantangan dan masalah yang terjadi dalam perjalanan hidup ini dan setiap orang sangat memerlukan kekuatan dari sumbernya yaitu Allah sendiri. Allah mengetahui bahwa manusia memerlukan penguatan dan peneguhan dalam menjalani kehidupan dan tantangannya, sehingga Ia sendiri mengatakan kepada Yosua dan saya percaya ini berlaku bagi setiap orang Kristen: “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.” (Yosua 1:7). Menjalani hidup bersama Tuhan akan menjadi sebuah pengalaman hidup yang sangat menyenangkan, karena beribu janji-janji dan penyertaan Tuhan akan menyertai perjalanan tersebut hingga akhir hidup seseorang. Persiapkanlah perjalanan hidup yang menyenangkan, membahagiakan dan penuh makna bersama Tuhan. Rencanakan semua rute kehidupan bersama Tuhan dan serahkan perjalanan hidup Anda ke dalam pimpinan dan rencana Tuhan, serahkan segala sesuatu yang tidak dapat dijangkau oleh mata, pikiran dan perasaan kepada pengendalian dan pimpinan Tuhan. Bagi Allah manusia yang paling sukses bukanlah mereka yang kaya, yang berkuasa, atau yang berpendidikan tinggi, namun mereka yang melihat hidup ini sebagai penugasan sementara dan selalu memuliakan Allah melalui setiap potensi yang dimilikinya secara maksimal. Penghiburan dan sukacita besar dalam perjalanan hidup ini adalah janji-janji Tuhan. Allah tidak pernah membiarkan anak-anak-Nya berjalan sendirian, bahkan Ia berjanji dalam kesetiaan-Nya untuk selalu menyertai anak-anak-Nya (Ibr 13:5b), bahkan ketika manusia telah menjadi tua dan letih Tuhan berjanji akan menggendong, menanggung dan menyelamatkan: “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” (Yesaya 46:4). Soli Deo Gloria.

Sumber: http://reformata.com/news/view/6373/sukses-adalah-sebuah-perjalanan

Incoming search terms:

  • Kesementaraan dlm kekekalan
  • pdt robet siahaan
  • profil pendeta robert siahaan
  • yhs-fullyhosted_003